Jika Lelah, Masih Ada Tiang Masjid Untuk Bersandar

Leave a Comment
Anda yang pernah shalat di Masjid Nabawi, sepertinya tidak ada yang pernah menghitung jumlah tiang yang ada. Selain perlu waktu lama karena jumlahnya ratusan, juga tidak ada keutamaan untuk menghitung tiang-tiang itu. Paling-paling menandai nomor tiang untuk memudahkan mengambil alas kaki yang disimpan pada saat shalat. 

Memang ada beberapa tiang Masjid Nabawi yang memiliki nilai sejarah. Semuanya terletak di area Raudhah. Selebihnya adalah tiang-tiang yang berfungsi untuk menopang bangunan perluasan yang saat ini luasnya sudah lebih dari 2.000 meter persegi. Belum lagi halamannya yang juga dipenuhi ratusan tiang penyangga payung raksasa yang dibuka dan ditutup secara otomatis untuk menjaga kenyamanan jamaah saat panas atau hujan.

Kebanyakan bangunan yang luas memang memerlukan tiang untuk menyeimbangkan beban bangunan di atasnya. Meskipun demikian, tentu perlu dihitung kebutuhannya agar lebih efisien sekaligus untuk tetap terjaga estetika bangunannya. Bukan berarti tiang yang berjumlah banyak pasti mengganggu keindahan pandangan mata lho. Contohnya Masjid Nabawi, yang memiliki ratusan tiang dengan ornamen khas. Justru ratusan tiangnya menjadi daya tarik. Jamaah biasanya menjadikan deretan tiang-tiang itu sebagai latar belakang berfoto. Mengenang tiang-tiang itu biasanya memang menumbuhkan kerinduan untuk bisa kembali menunaikan shalat di Masjid yang memiliki keutamaan 1.000 kali dibanding shalat di masjid-masjid lain. 

Di Indonesia sendiri, banyak juga masjid yang dibangun dengan tiang-tiang yang cukup banyak. Salah satunya, bagi Anda yang sedang di Kota Jambi dapat shalat di Masjid Agung Al Falah. Masjid yang terletak tidak jauh dari pantai Ancol yang menjadi salah satu ikon kota Jambi itu dikenal juga dengan sebutan masjid seribu tiang. Meskipun jumlah sesungguhnya jauh dari angka itu, tiang-tiang di dalamnya memang terlihat sangat banyak.

Beda lagi dengan Masjid Agung Demak yang memiliki empat tiang utama di bagian dalam masjid. Salah satunya dibangun Sunan Kalijaga dari serpihan-serpihan sisa kayu yang dalam bahasa Jawa disebut tatal. Konon, dengan itu Wali Songo mengingatkan umat Islam agar senantiasa berpegang pada 4 pilar sumber hukum Islam: Al-Qur'an, Hadits, Ijma, dan Qiyas.

Belakangan ada juga trend masjid tanpa tiang di bagian tengahnya. Menyediakan ruang shalat yang terasa lebih lega. Contohnya Masjid Al-Jabbar di Kota Bandung yang sempat viral beberapa waktu lalu.

Berapa jumlah tiang penyangga juga jadi salah satu bahan bahasan saat beberapa tahun lalu Masjid Baitul Iman di komplek kami, Depok Maharaja RW 16 dibangun ulang agar lebih luas. Tanpa mengabaikan kebutuhan struktur, banyak jamaah yang menginginkan pengurangan jumlah tiang yang berdiri di dalam masjid dengan alasan dapat memutus shaf, memberikan kesan sempit, untuk efisiensi biaya, dan beberapa alasan lain terkait estetika. Saya tidak ingat persis berapa jumlah tiang yang akhirnya dipangkas dari desain rencana awal pembangunan. Tersisa enam buah tiang di ruang utama tempat shalat berjamaah. Sisanya beberapa tiang lain yang letaknya tersembunyi karena menyatu dengan dinding.

Belakangan setelah masjid terbangun kami menyadari bahwa keberadaan tiang memang bukan sekadar penopang struktur bangunan. Sekitar tiang menjadi tempat favorit beberapa jamaah saat mengikuti kajian pekanan. Duduk bersandar mengikuti kajian memang bikin tambah betah berlama-lama di masjid.

Bahkan ada juga jamaah yang memanfaatkan tiang tidak hanya ketika ada kajian. Hampir setiap kali selesai menunaikan shalat berjamaah, beranjak ke belakang untuk bersandar di salah satu tiang. Lebih lega dan tidak gerah untuk bisa berlama-lama berdzikir dan memperbanyak doa. Saking seringnya kebiasaan itu, sambil berseloroh kami menyebutnya sebagi tiang Al Barkah. Menyesuaikan dengan nama jamaah yang  menjadikan tiang itu sebagai langganan bersandar. 

Beberapa hari ini, tidak ada jamaah yang bersandar di tiang Al Barkah kecuali saat kajian saja. Pelanggan setianya memang sedang melakukan safar ke tanah suci untuk memulai rangkaian menunaikan ibadah haji. Barangkali saat ini beliau sedang bersandar di salah satu tiang Masjid Nabawi. Terbawa kebiasaan ketika shalat berjamaah di tanah air. Sambil mendoakan agar seluruh jamaah Masjid Baitul Iman bisa segera berangkat atau kembali menunaikan shalat di Masjid Nabawi, Masjidil Haraam, dan menunaikan ibadah umrah dan haji.

Semoga Allah memberikan kesehatan dan kemudahan bagi seluruh calon jamaah haji 1444 H untuk menunaikan seluruh rangkaian ibadah haji dan mendapatkan haji mabrur. 
Next PostNewer Post Previous PostOlder Post Home

0 comments:

Post a Comment