Menikmati Pertunjukan Air Mancur Menari di Pantai Pero, Sumba Barat Daya

Leave a Comment
Foto: Fachrozi

Percayalah. Tak bakal bosan menjelajahi setiap jengkal keindahan Pulau Sumba. Adalah Pantai Pero, yang menawarkan keunikan tersendiri. Berbeda dengan pantai pada umumnya, Pantai Pero didominasi hamparan batu karang. Pantai Pero terletak di Desa Pero Kodi, Kecamatan Kodi. Jaraknya sekitar 40 km dari Kota Tambolaka yang menjadi pusat pemerintahan Kabupaten Sumba Barat Daya. Lokasinya bersebelahan dengan Kampung Adat Ratenggaro.

Sejatinya, tidak semua bagian Pantai Pero berupa batu karang. Di sisi kanan dan kiri, mengapit hamparan karang, pantai dengan pasir putih yang lembut menambah pesona Pantai Pero. Lemparkan pandangan ke sisi kiri, sebuah muara sungai menjadi batas antara hamparan pasir yang lembut dengan hamparan batu karang yang kokoh. Beberapa perahu nelayan terlihat ditambatkan. Muara sungai itu memang menjadi gerbang bagi masyarakat di sekitar Pantai Pero untuk mengarungi lautan lepas, mencari hasil laut. Cumi-cumi adalah salah satu komoditas yang banyak ditangkap nelayan Pero Kodi.

Kesamaan dari semua sisi Pantai Pero adalah ombaknya yang cukup besar, datang tanpa lelah menghempas bibir pantai. Tak heran kemudian, jika Pantai Pero mulai didatangi wisatawan, utamanya dari manca negara yang tertantang menaklukkan ombaknya. Meskipun belum begitu terkenal, Pantai Pero mulai menjadi pilihan untuk melakukan surfing.


Keunikan berbeda akan ditemui ketika deburan ombak itu mencapai hamparan karang. Kekuatan ombak yang menghantam karang menciptakan cipratan yang cukup tinggi bagaikan air mancur. Tentu saja karena sisi karang yang bersentuhan langsung dengan lautan tidak beraturan, kedatangan ombak yang menghantam karang juga tidak bersamaan. Ketinggian air mancur itu tergantung pada kekuatan ombak yang menghantam hamparan karang. Ada kalanya, ketinggian cipratan air mencapai 2 meter. Bahkan, cipratan itu juga muncul dari sela-sela hamparan batu karang yang berlobang. Justru dari situlah tercipta keindahan. Cipratan ombak yang datang silih berganti, bagaikan pertunjukan air mancur menari.


Bila ingin lebih mendapatkan keindahan, berlama-lamalah di Pantai Pero hingga senja tiba. Bersiaplah melambungkan ketakjuban dan memuji Sang Pencipta manakala langit berangsur memunculkan semburat cahaya orange mengiringi mentari tenggelam. Konon, Pantai Pero adalah salah satu spot terbaik untuk menyaksikan sunset di Pulau Sumba.


Oh ya, di Desa Pero Kodi dapat dijumpai sebuah masjid. Babussalam namanya. Bagi yang sedang menyusuri keindahan sisi barat daya Pulau Sumba, dari Tanjung Mareha, Pantai Bhawana, Desa dan Pantai Rantenggaro sampai Danau Weekuri, aturlah jadwal perjalanan agar bisa menunaikan kewajiban sholat. Mampir di Masjid Babussalam sebelum atau sesudah menyaksikan pertunjukan air mancur menari adalah pilihan bijaksana, mengingat tidak begitu mudah menemukan masjid di Pulau Sumba.


#ingatanperjalanan, 
Next PostNewer Post Previous PostOlder Post Home

0 comments:

Post a Comment